" MENUJU AL - FALAH "



“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, agar tidak menyekutukan sesuatu denganMu, sedang aku mengetahuinya dan memohon ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)

Sang Juara dan Doanya

Posted by bro_JSE 20 June 2008

"Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah pertandingan kereta lumba mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah pertandingan akhir. Hanya tinggal 4 orang dan mereka mempamerkan setiap kereta mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Ahmad. Keretanya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, kereta Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan kereta itu untuk berpacu melawan kereta lainnya.Ya, memang kereta itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki kereta mainan lainnya.

Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab kereta itu buatan tangannya sendiri.Tibalah saat yang dinantikan. Pertandingan kejuaraan kereta lumba mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis mula, untuk mendorong kereta mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 kereta, dengan 4 "pelumba" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu sebentar sebelum lumba dimulai. Ia tampak berkumat-kamit seperti sedang berdo'a. Matanya terpejam, dengan tangan yang terpejam memanjatkan do'a. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!"

Pommm!!! Tanda pertandingan telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong keretanya laju-laju. Semua kereta itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, memberi semangat kepada pasukan kereta masing-masing. "Ayuh.. Ayuh.. Cepat.. Cepat.. Maju.. Maju.." begitu teriak mereka.Ahha... Sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan tamat pun telah terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap, dan berkumat-kamit lagi dalam hati.

"Alhamdulillaah, Terima kasih."Saat penganugerahan piala tiba. Ahmad maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hai sang juara, kamu pasti tadi berdo'a kepada Allah SWT agar kamu menang, bukan?"Ahmad terdiam. "Bukan, Cikgu. Bukan itu yang aku panjatkan," kata Ahmad. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya tak adil jika meminta pada Allah SWT untuk menolongku mengalahkan saudaraku yang lain. Aku hanya memohon pada Allah SWT supaya aku tak menangis jika aku kalah.

"Semua hadirin terdiam mendengar itu, barangkali keharuan mendengar penyataan yang keluar dari mulut sang juara kecil itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan meraikan sang juara yang berhati mulia.

0 comments

Profile

Image Hosted by ImageShack.us
Dilahirkan pada tanggal 17 nov 1987. Mendapat pendidikan awal di SK Saint Aidan dan SK Tampin, kemudian menyambung pada peringkat menengah di SMRA Repah, SMA Sains Kuala Pilah dan SMK Tampin, Menduduki STPM di SMKA Sheikh Haji Mohd Said dan kini berada dalam tahun akhir di Jabatan Syariah dan Ekonomi, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya. Ditaklifkan sebagai Yang DiPertua Persatuan Mahasiswa Negeri Sembilan Universiti Malaya bagi sesi 2009/2010.

Ruang Bicara

    Comments